
Novel sheila kenangan yang hilang ini aku baca pas dulu waktu masih kuliah, klo gak salah masih semester 3. Novelnya bagus banget. Novel sheila ini aku pinjam dari teman kuliah yang jurusan psikologi. Aku lupa minjamnya ma kak vir, iza atau kak isma yach? hehe.. maklum dah mulai tuir :D .
Novel sheila terbitan mizan ini diangkat dari kisah nyata yang di tulis oleh psikolog Torey Hayden, berdasarkan pengalamannya menjadi seorang psikolog pendidikan dan guru pendidikan luar biasa semenjak tahun 1979. Bagi kamu yang jurusan psikologi novel ini patut menjadi buku panduan wajib untuk mengenal lebih jauh dunia anak-anak yang jauh berbeda dengan dunia anak-anak pada umumnya. Berikut ringkasan cerita novelnya .
Gadis empat belas tahun itu bertubuh kurus, berambut keriting warna oranye menyala, dan bergaya ala punk. Bila Torey Hayden berpapasan dengannya di jalan, dia takkan pernah mengenalinya sebagai Sheila, gadis kecil cantik berambut pirang lurus yang dulu pernah menjadi muridnya. Tapi, itulah Sheila kini. Sheila remaja. Tujuh tahun setelah berpisah dengan Torey.
Dan Sheila yang sekarang, sama bermasalahnya dengan Sheila kecil yang tega membakar seorang anak lelaki berusia tiga tahun sampai nyaris mati.
Pilu melihat betapa kasih dan usahanya mengajarkan cinta kepada Sheila seolah tak berarti apa-apa, Torey tetap tak mau menyerah. Meski Sheila kembali menculik seorang anak lelaki, meski Sheila berkali-kali kabur darinya, meski Sheila masih menaruh dendam kepadanya, mseki Sheila tak mau mendengar kata-katanya. Akan berhasilkah Torey membantu Sheila bangkit dari lingkaran trauma?
Sudah ada delapan murid berusia tak lebih dari 10 tahun di kelas itu. Seorang anak pernah dua kali mencoba bunuh diri, seorang anak buta, seorang lagi agresif, dua orang anak menderita autisme, seorang skizofrenia, seorang pernah mengalami penganiayaan fisik dan seksual, sedangkan yang terakhir menderita beragam fobia.
Bila Anda harus mengajar di kelas itu, bersediakah Anda, seperti Torey Hayden, menerima seorang murid lagi, seorang gadis berusia 6 tahun yang baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati? Gadis itu beri-IQ di atas 180, namun menderita problem emosional parah. Dia tak pernah menangis, baik di kala sedih, marah, maupun kesakitan. Dia juga agresif dan selalu membangkang. Mungkin karena sang ibu meninggalkannya di jalanan saat berusia 4 tahun. Mungkin karena ayahnya pemabuk dan tak mampu memberinya pengasuhan yang layak. Mungkin karena dia memang tak tahu bagaimana membuat orang lain mencintainya.
Menghadapi murid seistimewa ini, bekal sang guru hanyalah kesabaran dan kasih yang mendalam. Dalam buku ini, sang guru menuturkan pengalaman nyatanya berusaha menyentuh hati si gadis kecil dan memunculkan segala potensi yang dia miliki. Berhasilkah sang guru? Berhasilkah Sheila mengatasi segala kendala yang menghalanginya dari bertumbuh layaknya gadis kecil lain?

0 comments:
Post a Comment