1

Novel Sheila Luka Hati Seorang Gadis Kecil

| Wednesday, December 9, 2009

Novel Sheila Luka Hati seorang gadis kecil adalah novel pertama sebelum novel sheila kenangan yang hilang . Novel sheila luka hati seorang gadis kecil ini diterbitkan oleh Qonita pada tahun 2003. Seperti biasa seorang mahasiswa yang lagi kere. hehe.. minjam novel teman lagi. dan sama dengan sebelumnya, selalu lupa minjam ma siapa, yang jelas novel sheila luka hati seorang gadis kecil ini aku pinjam dari teman kuliah jurusan psikologi lagi. entah sama kak vir, kak isma atau iza aku lupa :D.
Novel yang diangkat dari kisah nyata pengalaman seorang psikolog pendidikan dan guru di sekolah luar biasa Torey Hayden ini benar-benar membuat emosi kita meledak-ledak.
Novel yang menceritakan tentang seorang anak kecil yang berumur 10 tahun yang sudah mengalami ujian hidup yang amatlah berat. hiks..hiks..menyedihkan banget. berikut sebagian cerita dari novel sheila luka hati seorang gadis kecil ini .
0

Novel Sheila Kenangan Yang Hilang

|
Novel Sheila Kenangan Yang Hilang

Novel sheila kenangan yang hilang ini aku baca pas dulu waktu masih kuliah, klo gak salah masih semester 3. Novelnya bagus banget. Novel sheila ini aku pinjam dari teman kuliah yang jurusan psikologi. Aku lupa minjamnya ma kak vir, iza atau kak isma yach? hehe.. maklum dah mulai tuir :D .
Novel sheila terbitan mizan ini diangkat dari kisah nyata yang di tulis oleh psikolog Torey Hayden, berdasarkan pengalamannya menjadi seorang psikolog pendidikan dan guru pendidikan luar biasa semenjak tahun 1979. Bagi kamu yang jurusan psikologi novel ini patut menjadi buku panduan wajib untuk mengenal lebih jauh dunia anak-anak yang jauh berbeda dengan dunia anak-anak pada umumnya. Berikut ringkasan cerita novelnya .
Gadis empat belas tahun itu bertubuh kurus, berambut keriting warna oranye menyala, dan bergaya ala punk. Bila Torey Hayden berpapasan dengannya di jalan, dia takkan pernah mengenalinya sebagai Sheila, gadis kecil cantik berambut pirang lurus yang dulu pernah menjadi muridnya. Tapi, itulah Sheila kini. Sheila remaja. Tujuh tahun setelah berpisah dengan Torey.

Dan Sheila yang sekarang, sama bermasalahnya dengan Sheila kecil yang tega membakar seorang anak lelaki berusia tiga tahun sampai nyaris mati.
0

To Kill a Mockingbird

| Friday, November 6, 2009
To Kill a Mockingbird adalah judul sebuah novel karangan Harper Lee yang diterbitkan pada tahun 1960. Novel ini didasari pada pengamatan penulis terhadap keluarga dan tetangga-tetangganya, serta kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya pada tahun 1936, ketika penulis masih berumur 10 tahun.

Novel ini terkenal karena bahasanya yang hangat dan penuh humor sekalipun isu-isu yang dibahas merupakan isu serius seperti pemerkosaan dan diskriminasi ras. Sebuah kritik menjelas

Novel ini telah ditinjau ulang (reviewed) oleh setidaknya 30 koran dan majalah. Baru-baru ini, To Kill A Mockingbird dinobatkan menempati peringkast teratas setelah injil dalam daftar "buku yang harus dibaca seseorang sebelum ia meninggal" ("every adult should read before they die")[1] Pada tahun 1962, buku ini diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama dengan arahan sutradara Robert Mulligan, dan berhasil mendapatkan piala Oscar. Sejak tahun 1990, drama yang didasarkan pada cerita buku ini dimainkan secara rutin di Monroeville, Alabama, kampung halaman sang penulis, Harper Lee. Hingga saat ini, To Kill A Mockingbird merupakan satu-satunya karya Lee yang diterbitkan

0

Laskar Mawar- Sisi Lain wanita palestina

|

Kalian adalah laskar mawarku yang akan meluluhlantakkan tank-tank Israel!” seru Yasser Arafat pada pagi 27 Januari 2002. Sore harinya, untuk pertama kalinya seorang perempuan melakukan aksi bom bunuh diri. Perlawanan rakyat Palestina memasuki babak baru.

    Dalam derita penjajahan Israel, telah lama perempuan Palestina menjadi pejuang yang tangguh dan tabah. Mereka adalah anak yang menyaksikan ayahnya ditawan, istri yang merelakan suaminya hilang tanpa jejak, ibu yang menguburkan putranya. Namun, sejak hari itu, sebagian perempuan Palestina menempuh jalan perjuangan baru. Mereka memilih meledakkan diri sebagai “laskar mawar”.

    Barbara Victor, seorang jurnalis spesialis Timur Tengah dan isu-isu perempuan, mengajak kita menyelami kehidupan perempuan-perempuan pelaku bom bunuh diri itu. Dia meninjau berbagai aspek yang sering tenggelam dalam sensasi berita: kultur, psikologis, dan sosiologis perempuan Palestina. Barbara membawa kita menyimak kisah-kisah getir dan konflik-konflik yang membuat “mawar-mawar” ini memilih untuk menggugurkan kelopak mereka sendiri dalam sebuah dentuman yang menyentakkan dunia yang tak mengizinkan mereka mekar.
Judul: Laskar Mawar
Penulis: Barbara Victor
Penerbit: Mizan
ISBN: 9789794335147
Tebal: 404 halaman
Harga: Rp59.000,00
0

Novel WHOEVER YOU ARE, I LOVE U MOM

| Wednesday, November 4, 2009

Curhat Para Putri tentang Berdamai dengan Ibu yang Tak Sempurna

Setiap anak perempuan pasti mendambakan ibu penyayang dan penuh pengertian. Namun, tak semua ibu seperti itu. Banyak putri justru harus menghadapi ibu yang dingin, kaku, atau kejam. Banyak pula wanita dewasa, seperti dikisahkan oleh buku ini, yang harus berjuang antara memendam kekecewaan dan menceraikan sang ibu dari kehidupan mereka.

Bermula dari kisah Iris Krasnow sendiri dengan ibunya, buku ini menuturkan kearifan seratus lebih anak perempuan usia setengah baya. Mereka semua curhat soal ibu. Latar belakang mereka beragam, mulai dari model terkenal hingga anak pelayan. Menurut mereka, ibu adalah sosok yang paling mampu melukai batin anak perem-puannya. Dan, obat mujarabnya hanya ada di tangan dia. Jadi, para putrilah yang harus maju duluan dan memintanya, demi kepentingan sendiri.

Berbaikan dengan ibu sama artinya memperbaiki kehidupan kita sendiri. Menya-lahkan tindakan-tindakan ibu di masa lalu hanya akan menimbulkan kebencian yang membebani jiwa. Sementara, mengenyahkan luka-luka masa lalu membuat Anda bisa menikmati masa-masa penuh persahabatan dan dukungan bersama ibu Anda.

Krasnow mengajak Anda menyadari bahwa seperti rocker, ibu juga manusia. Anda tak mungkin menceraikan ibu dari kehidupan Anda. Dan, menanti kelegaan tatkala ibu Anda dikebumikan tentu bukan sikap arif. Jadi, ganjalan hubungan dengan ibu mesti Anda singkirkan. Kuncinya adalah belajar melepas gambaran ibu idaman dan mereng-kuh ibu sejati Anda—yang mungkin tak menyukai rambut Anda, mengkritik suami Anda, mengeluh tentang anak-anak Anda, atau lebih buruk lagi.
Pujian:
"Buku ini punya tujuan mulia: perdamaian antara putri dan ibunya. Iris Krasnow menulis dengan penuh kehangatan, kearifan, dan simpati tentang perjuangan abadi kita untuk mencintai dan memahami satu sama lain. Lega rasanya mengetahui bahwa permasalahan kita sama dan ada banyak cara mengatasinya." —
Mary Pipher, Pengarang Reviving Ophelia

sumber:
www.serambi.co.id
1

Novel LOLITA

|

Lolita adalah novel indah yang abadi. Sempat dilarang beredar di Amerika Serikat, novel ini hingga kini terus diperbincangkan orang dan menjadi buku laris di berbagai negara. Lolita bahkan dianggap sebagai salah satu novel terbaik sepanjang masa oleh sejumlah kritisi sastra. Sedemikian populernya kisah ini hingga sempat dua kali difilmkan.

Lolita berkisah tentang pengakuan seorang profesor setengah baya bernama Humbert Humbert yang terobsesi seorang gadis remaja, Dolores Haze—sang Lolita. Untuk bisa berdekatan dengan Dolores, Humbert menikahi ibu gadis itu. Setelah sang ibu tewas dalam sebuah kecelakaan, Humbert membawa anak tirinya berkelana mengelilingi Amerika Serikat, menikmati cinta terlarang dengan segala manis getirnya.

Kisah ini bernuansa muram, tetapi tak kehilangan sentuhan humor. Ia menjadi indah antara lain karena kepiawaian Vladimir Nabokov dalam melukiskan nuansa psikologis tokoh-tokohnya , terutama sosok Lolita yang kenes dan misterius, serta Humbert yang berkepribadian rumit. Di atas segalanya, novel kontroversial ini adalah kisah luar biasa tentang kekuatan cinta dalam hidup manusia.


Pujian:
"Satu di antara tiga novel paling berpengaruh di dunia…"
—Time.
"Salah satu novel terbaik sepanjang masa…"
—BBC.
"Kisah cinta paling meyakinkan sepanjang masa."
—Vanity Fair.
sumber:
www.serambi.co.id
0

Novel Kearifan Pelacur -Kisah Gelap di Balik Bisnis Sek dan Narkoba

|

The Wisdom of Whores  adalah sebuah buku mengenai hidup dan mati, seks dan narkoba, yang ditulis oleh seorang wartawati dan ahli epidemiologi asal Inggris yang pernah lama menetap di Jakarta. Dalam buku yang berani dan "berbahaya" ini tergambar kehidupan dalam dunia  HIV/AIDS internasional yang berputar di sekeliling hotel-hotel dan pusat-pusat konvensi yang mewah, maupun di jalanan kumuh kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya di dunia. Ditulis dengan renyah dan amat menarik, buku ini mengungkap seluk beluk permasalahan AIDS yang berkelindan di antara meja birokrasi, kamar-kamar rumah bordil, dan transaksi bisnis bernilai milyaran dolar. Buku ini juga berkisah tentang harapan dan kekecewaan. Sebuah buku mengejutkan dan kontroversial yang akan membuka mata dan hati Anda.

"Bagiku, ada persamaan antara Indonesia dan virus HIV, yaitu, keduanya bisa merasuki darah Anda dan akan tetap bercokol di sana seumur hidup.  Untung saja, akibat dari tertular 'virus Indonesia' tidaklah sedemikian menghancurkan seperti halnya HIV … Buku ini bukanlah sebuah buku mengenai Indonesia, tetapi memang banyak dari apa yang diceritakannya terjadi di Indonesia, negeri yang telah paling banyak mengajariku mengenai seks, ilmu, dan kehidupan."—Elizabeth Pisani
sumber:
www.serambi.co.id
0

Novel Little Women

|

Dalam novel ini, Louisa May Alcott menciptakan empat sosok perempuan yang paling dicintai dalam sastra Amerika. Mereka adalah Meg yang cantik dan tertib, Jo yang penuh semangat dan susah diatur, Beth yang pendiam dan baik hati, serta si bungsu Amy yang berdarah seni dan kekanak-kanakan. Keempat dara ini tinggal bersama ibu mereka, sementara sang bapak bertempur dalam perang saudara.

Sebagai saudari, mereka saling mencintai, saling membenci dan bertengkar satu sama lain. Mereka juga saling memuji dan mengejek. Namun, mereka tetap saling melindungi karena menyadari kehadiran saudari mereka lebih berharga dibandingkan dengan apa pun. Sementara itu, kehadiran Laurie, cucu laki-laki tetangga mereka, memberikan warna tersendiri dalam kehidupan empat gadis ini.

Dibumbui cerita cinta pertama yang dialami Meg, kesedihan ketika Beth terserang penyakit mematikan, dan kerinduan pada sosok bapak, novel ini menyajikan ombang-ambing kehidupan yang dialami keluarga March. Isu feminisme juga diangkat melalui sosok Jo yang selalu menentang aturan yang membatasi kebebasan perempuan.

Novel yang berlatar New England abad ke-19 ini menjadi buku laris selama puluhan tahun. Selain itu, sejak terbit pertama kali pada 1868 hingga sekarang, buku ini tetap dibaca dan dikagumi banyak orang dari generasi ke generasi. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika Little Women telah 14 kali diadaptasi ke dalam film. Novel ini juga dipentaskan dalam panggung opera dan bahkan beberapa kali dibuatkan versi anime-nya.

Pujian:
"Berkilau sejak kalimat pertama..."
- The Observer Review
"Abadi dan dicintai"
-The New York Time
sumber:
www.serambi.co.id
0

Novel Midnight’s Children- Anak-Anak Tengah Malam

|

Dan ketika ia sendirian—dua bayi di tangannya, dua kehidupan dalam kuasanya—ia melakukan untuk Joseph tindakan revolusionernya sendiri, dengan pemikiran lelaki itu tentu akan mencintainya karena ini, ketika ia menukar label nama kedua bayi besar itu: memberi bayi yang miskin kehidupan istimewa dan menghukum anak keluarga kaya dengan akordion dan kemiskinan ...

Midnight’s Children adalah adikarya Salman Rushdie yang memenangkan tiga hadiah Booker yang prestisius itu sekaligus: Booker Prize pada 1981, The Booker's Booker Prize pada 1993 sebagai yang terbaik di antara para pemenang Booker Prize selama 25 tahun, dan The Best of Booker Prize Winners pilihan pembaca pada 2008 sebagai pemenang Booker Prize terbaik selama 40 tahun. Novel memukau ini terus menjadi perbincangan hangat di kalangan para kritikus sastra, bahkan dianggap sebagai salah satu karya utama dalam khazanah sastra poskolonial.

Midnight’s Children bisa dibaca sebagai sebuah cerita mengenai kegagalan mimpi-mimpi tentang kemerdekaan, terutama mimpi kolektif tentang perbaikan kehidupan sosial. Novel ini memotret sejarah sebuah bangsa dari perjalanan hidup anak manusia. Kegagalan cita-cita bangsa India (bisa dibaca sebagai bangsa-bangsa di “Dunia Ketiga”) oleh Rushdie digambarkan sebagai bagian dari nasib buruk yang sudah ditakdirkan sejak kemerdekaan negara itu diproklamasikan pada satu tengah malam di bulan Agustus 1947.

Perjalanan sejarah dalam novel ini berlalu dari suatu masa saat mimpi-mimpi romantis mulai tumbuh sampai ke masa lain ketika kenyataan pahit tampil sempurna.

Sebagai karya sastra, Midnight’s Children adalah sebuah teks yang kompleks dan cemerlang. Seperti dalam kebanyakan karyanya, dalam novel ini Rushdie memasukkan unsur-unsur dari berbagai genre—sejarah, fantasi, mitologi, tradisi lisan, dan teks-teks klasik—yang dikemas dengan cerdas dan terkadang jenaka.

Terlepas dari kontroversi yang melingkupi pengarangnya di masa lampau, novel ini layak dibaca oleh para pecinta sastra di tanah air sebagai sebuah bacaan yang bermutu, menarik, dan memperkaya, sekaligus sebagai "cermin" atas perjalanan sejarah bangsa kita sendiri.
0

Novel Honeymoon With My Brother

|

Honeymoon With My Brother
Bertualang Keliling Dunia Gara-gara Putus Cinta

Apa yang akan Anda lakukan jika tunangan Anda mencampakkan Anda menjelang pesta pernikahan saat semua undangan telah disebar
dan sebagian tamu tengah berada dalam perjalanan ke kota Anda?

Kehidupan Franz Wisner seolah-olah hancur berantakan ketika tunangannya yang telah dipacarinya selama 10 tahun memutuskan hubungan seminggu sebelum hari pernikahan mereka. Dengan pesta pernikahan dan bulan madu yang telah siap menanti, ada dua pilihan yang tersedia baginya: membatalkan semuanya atau menjalankannya tanpa mempelai wanita. Didukung oleh adiknya, Kurt Wisner, dan para sahabatnya, Franz yang nyaris putus asa mengambil pilihan kedua.

Bulan madu yang awalnya dianggap sebagai gurauan untuk meringankan beban hati, ternyata berubah menjadi pengalaman luar biasa. Franz dan Kurt, dua bersaudara yang semula merasa saling terasing menemukan kembali jati diri dan keintiman mereka. Keduanya kemudian memutuskan berhenti dari pekerjaan mereka, menjual rumah mereka, menyumbangkan pakaian dan perabot mereka, membuang ponsel dan penyeranta mereka, lalu pergi bersama mengelilingi dunia.

Setelah bertualang selama empat tahun dan menyinggahi lebih dari enam puluh negara, termasuk Indonesia, hubungan mereka justru semakin erat. Franz yang semula patah hati akhirnya menemukan makna hidup yang baru.
Perjalanan mereka pun berubah menjadi sebuah cara baru menikmati hidup. Dari alam liar Amerika Latin hingga Eropa Timur dan Timur Tengah, dari Afrika hingga Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru, setiap petualangan baru membawa mereka ke tempat-tempat yang lebih unik dan menarik, diwarnai aneka kisah seru yang mereka alami.

Lucu, menyentuh, dan sekaligus sangat menghibur, buku ini bakal memancing hasrat bepergian Anda. Mengikuti kedua bersaudara itu sedikit demi sedikit menanggalkan setiap rutinitas harian mereka dan hidup bebas merdeka, mau tak mau Anda akan berharap dapat melakukannya juga


Pujian:
"Sangat Mengharukan..."
Publisher Weekly
"Amat menyentuh, sekaligus sangat lucu.."
CNN

Sumber :
http://www.serambi.co.id

0

Novel DEWEY- Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati

|

Kisah Nyata
The International Bestseller

Bagaimana mungkin seekor kucing buangan mengubah sebuah perpustakaan kecil menjadi daya tarik wisata, memberi inspirasi penduduk sebuah kota, mempersatukan warga di seluruh kawasan, dan pelan-pelan menjadi terkenal di seluruh dunia?

Kisah Dewey dimulai dengan cara paling menyedihkan. Umurnya baru beberapa minggu ketika pada malam terdingin tahun itu dia dimasukkan ke sebuah kotak pengembalian buku Perpustakaan Umum Spencer, Iowa, oleh orang tak dikenal. Dia ditemukan keesokan harinya oleh direktur perpustakaan, Vicki Myron, orangtua tunggal yang berhasil bertahan dari kehilangan tanah pertanian, penyakit kanker payudara, dan suami yang kecanduan minuman keras. Dewey kemudian berhasil mencuri hatinya dan hati para pegawai perpustakaan, serta menaklukkan mereka semua dengan kasih sayang.

Saat ketenarannya berkembang dari kota ke kota, melintasi berbagai negara bagian, dan akhirnya merebak ke seluruh dunia, Dewey menjadi sumber kebanggaan bagi sebuah kota pertanian yang bangkrut di pedalaman Amerika dan membuatnya bangkit dari krisis berkepanjangan yang berakar jauh ke masa silam.

Buku yang diangkat dari kisah nyata ini sangat menyentuh hati, sekaligus lucu dan memberi inspirasi bagi para pembacanya untuk berpikir positif di tengah segala kesulitan hidup.
Pujian:
"Kisah menakjubkan tentang cinta, keberanian, dan pengabdian … Buku ini betul-betul inspirasi bagi jiwa.”
—Jack Canfield, penulis Chicken Soup for the Soul
“Dewey sangat memikat, indah, dan mengharukan. Ini cerita tentang kehidupan … dan terutama tentang cinta.”
—Peter Gethers, penulis buku The Cat Who Went to Paris
“Melalui kucing pemberani ini, kita mengambil hikmah mengenai keberanian, kemurahan hati, dan kekuatan hubungan baik …”
—Toni D’Antonio, penulis The Velveteen Principles

sumber:
http://www.serambi.co.id